Kapan Nuzulul Quran 2024?

Ikromulmuslimin – Malam Nuzulul Quran merupakan malam penurunan Al-Qur’an, salah satu malam yang dihiasi dengan kemuliaan dan keistimewaan, diperingati oleh umat Islam di seluruh dunia. Kapan peristiwa agung ini berlangsung di tahun 2024? Dengan mengetahui tanggal peringatan Nuzulul Quran 2024, keistimewaan malam tersebut, serta sejarah penurunannya, kita dibawa pada pemahaman yang lebih dalam tentang makna 17 Ramadhan dalam Islam. Pembahasan ini tidak hanya terfokus pada kalender hijriah, melainkan juga pada ragam kegiatan dan amalan yang dapat kita lakukan untuk menghidupkan malam yang lebih baik dari seribu bulan tersebut.

Peristiwa turunnya Al-Qur’an, atau yang dikenal dengan Nuzulul Quran, merupakan salah satu momen yang sangat berharga dan dinanti oleh umat Islam di seluruh dunia. Terlebih di Indonesia, perayaan malam Nuzulul Quran selalu dipenuhi dengan ketaatan dan ketakjuban. Tahun 2024, momen bersejarah ini akan kita sambut dengan semangat yang sama.

Penetapan Tanggal Berdasarkan Kalender Hijriah: Dengan mengacu pada kalender Hijriah yang telah ditetapkan oleh pemerintah, kita dapat memprediksi tanggal perayaan Nuzulul Quran yang akan jatuh pada Ramadan 1445H. Penetapan awal Ramadan telah ditentukan pada tanggal 12 Maret 2024, sehingga berdasarkan perhitungan, Nuzulul Quran di tahun 2024 diharapkan akan dinikmati pada: Malam Nuzulul Quran: Rabu malam, tanggal 27 Maret 2024,  Hari Nuzulul Quran (17 Ramadan): Kamis, tanggal 28 Maret 2024

Hari ini tak hanya sebuah catatan di kalender, namun juga simbol kedekatan kita dengan kehadiran wahyu Ilahi yang pertama kali diperdengarkan ke kalbu Rasulullah Muhammad SAW melalui malaikat Jibril.

Makna Perayaan: Nuzulul Quran bukan sekadar peringatan historis, namun juga momentum introspeksi dan peningkatan amal ibadah. Hal ini dikarenakan hari tersebut bukan hanya menjadi pengingat akan peristiwa penting, tapi juga menjadi saat dimana umat Islam berbondong-bondong memperbanyak amalan sebagai bentuk rasa syukur atas turunnya Al-Qur’an.

Tindak Lanjut untuk Umat Islam: Umat Islam dianjurkan untuk menyemarakkan peringatan ini dengan serangkaian amalan seperti: Membaca dan merenungi ayat-ayat Al-Qur’an, Melakukan ibadah malam dengan shalat tarawih dan tahajud, Mengadakan pengajian dan diskusi tentang keagungan serta makna yang terkandung dalam Al-Qur’an, Berbagi kebaikan dan berpartisipasi dalam kegiatan sosial yang meneguhkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Tak diragukan lagi, malam Nuzulul Quran memberikan kita kesempatan emas untuk meningkatkan ibadah dan bertaqarub kepada Allah SWT dengan memperdalam pemahaman kita tentang Al-Qur’an. Oleh karena itu, mari kita tandai kalender kita dan bersiap untuk malam yang penuh berkah ini dengan penuh antusiasme dan keikhlasan.

Baca Juga : Menimbang Risiko dan Bahaya Paham LGBT Bagi Generasi Muda

Mengungkap Keistimewaan Malam Nuzulul Quran

Malam Nuzulul Quran memiliki tempat yang istimewa di hati umat Islam karena moment ini menjadi saksi ketika cahaya petunjuk untuk kemanusiaan pertama kali turun ke bumi. Nuzulul Quran tidak hanya merupakan tonggak sejarah penurunan Al-Qur’an, tetapi juga menandai awal dari perubahan besar dalam sejarah peradaban manusia. Berbagai sumber dan referensi telah menjelaskan mengapa malam ini memiliki nilai yang sangat penting:

  • Malam yang Diistimewakan Allah: Dijelaskan dalam berbagai hadis dan tafsir, malam Nuzulul Quran disimbolkan sebagai malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Hal ini mencerminkan bahwa ibadah dan amalan baik pada malam tersebut memiliki keberkahan yang berlipat ganda.

  • Penuh Kedamaian dan Rahmat: Pada malam ini, malaikat turun ke bumi mencurahkan kedamaian dan rahmat kepada mereka yang beribadah dan bertafakur. Ruh dan malaikat turun dengan membawa segala perintah Allah SWT, sebagaimana yang dijelaskan dalam surah Al-Qadar.

  • Peluang Penyucian Diri: Nuzulul Quran memberikan kesempatan bagi umat Islam untuk merefleksikan diri dan memperbaharui iman mereka. Amal ibadah seperti tahajjud, membaca Al-Qur’an, dan berdoa pada malam ini dipercaya mendatangkan ampunan dosa.

  • Titik Balik Sejarah: Sejarah penurunan Al-Qur’an pada malam Nuzulul Quran menjadi tonggak pendirian peradaban Islam yang menitikberatkan pada ilmu pengetahuan, keadilan, dan etika.

Tradisi keagamaan telah menjaga momen penting ini agar tetap dirayakan setiap tahun. Di malam Nuzulul Quran, umat Islam di seluruh dunia memenuhi masjid dan ruang-ruang ibadah, memanfaatkannya untuk kegiatan-kegiatan rohani seperti:

Melakukan i’tikaf di masjid, sebuah praktik diam dan beribadah di masjid untuk meniru apa yang dilakukan Nabi Muhammad SAW.
Berpartisipasi dalam khataman Al-Qur’an, yaitu membaca dan melantunkan ayat suci Al-Qur’an secara berkelompok sampai tuntas.
Mengamalkan sholat-sholat sunnah dan menghidupkan malam dengan berbagai zikir dan doa.

Perayaan ini bukan hanya dilangsungkan sebagai bentuk peringatan saja, melainkan juga sebagai waktu untuk merenung dan berkomitmen pada nilai-nilai yang diajarkan Al-Qur’an. Malam Nuzulul Quran tetap menjadi jembatan spiritual yang menghubungkan kita dengan sejarah suci penurunan wahyu Allah, sekaligus sarana untuk memperkuat iman dan spiritualitas di bulan Ramadan.

Jejak Sejarah: Perjalanan Turunnya Al-Qur’an

Dalam lipatan sejarah umat Islam, peringatan Nuzulul Quran memiliki makna yang sangat mendalam, memori tentang sebuah momen when Al-Qur’an mulai diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang merupakan tonggak utama dalam peradaban Islam. Menapaki langkah sejarah penting ini, mari kita ikuti jejak monumental turunnya Al-Qur’an.

  • Peristiwa Di Gua Hira: Perjalanan turunnya Al-Qur’an dimulai saat Nabi Muhammad SAW yang tengah berada dalam keheningan dan pengasingan di Gua Hira. Pada malam ke-17 Ramadan pada tahun 610 Masehi, terjadilah peristiwa suci saat Malaikat Jibril menampakkan diri seraya membawa wahyu pertama. Peristiwa ini menandai lahirnya cahaya ilmu dan petunjuk bagi umat manusia.

  • Wahyu Pertama: Pesan yang dibawa oleh Malaikat Jibril pertama kali adalah ayat-ayat dari Surat Al-Alaq (96:1-5). Kata “Iqra” atau yang artinya “bacalah” menjadi simbol awal dari misi penyebaran ilmu. Peristiwa ini menjadi tanda dimulainya proses penurunan Al-Qur’an yang berlangsung sekitar 22 tahun lebih.

  • Penurunan Bertahap: Menurut catatan sejarah, Al-Qur’an tidak diturunkan sekaligus, tetapi secara bertahap sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabat. Hal ini diperkuat oleh ayat dalam Surah Al-Isra (17:106) yang menyiratkan proses penurunan Al-Qur’an berlangsung ‘mukth’ atau secara beransur-ansur.

  • Konteks Historis: Penurunan Al-Qur’an dalam fase-fase penting merupakan respon atas berbagai peristiwa, pertanyaan, dan tantangan yang dihadapi umat Islam pada masa itu. Wahyu-wahyu yang diturunkan mengandung petunjuk, hukum, dan cerita-cerita yang memberikan arahan bagi kehidupan individu maupun komunitas.

  • Makna Peringatan Nuzulul Quran: Melalui peringatan Nuzulul Quran, umat Islam di seluruh dunia mengingat kembali sejarah penurunan Al-Qur’an sebagai momentum refleksi spiritual. Tak hanya itu, malam peringatan ini menjadi kesempatan untuk memperbanyak ibadah, memperdalam pemahaman terhadap Al-Qur’an, dan meneladani nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Secara keseluruhan, Nuzulul Quran bukan hanya sekadar memperingati sejarah, tetapi juga mengambil hikmah dan pelajaran dari proses penurunan Al-Qur’an yang bertahap ini, serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Memasuki bulan Ramadan, khususnya saat mendekati peringatan Nuzulul Quran, umat Islam di seluruh dunia mempersiapkan diri untuk meraih keberkahan di malam yang penuh kemuliaan ini. Nuzulul Quran yang diprediksi akan jatuh pada tanggal 28 Maret 2024 untuk umat Islam secara global dan 27 Maret 2024 bagi yang mengikuti kalender Muhammadiyah, memberikan kesempatan bagi setiap muslim untuk melakukan amalan terbaik. Berikut berbagai amalan yang dapat dilakukan untuk meraih keutamaan pada malam Nuzulul Quran:

  • Menghidupkan Malam dengan Salat Tarawih dan Tahajud: Umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan salat sunnah tarawih berjamaah di masjid atau di rumah, dan memperbanyak salat tahajud sebagai bukti penghormatan terhadap malam mulia ini. Salat tahajud sebaiknya dilakukan pada sepertiga malam terakhir dengan harapan untuk bertemu dengan malam Lailatul Qadar, yang keistimewaannya disebutkan dalam Al-Qur’an.

  • Tilawah Al-Qur’an: Membaca Al-Qur’an pada malam Nuzulul Quran sangat dianjurkan, karena pada malam itulah Al-Qur’an pertama kali diturunkan. Setiap ayat yang dibaca akan memberikan pahala yang berlipat ganda dan mampu meningkatkan pemahaman serta kecintaan terhadap Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup.

  • Itikaf: Berkhalwat di dalam masjid, khususnya di sepuluh hari terakhir Ramadan, adalah sunnah yang mulia. Itikaf merupakan saat-saat mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan berbagai ibadah, seperti berzikir, bertafakur, dan memanjatkan doa, serta menghindari segala bentuk kegiatan duniawi yang tidak berhubungan dengan ibadah.

  • Berzikir dan Doa: Memperbanyak zikir dan doa di malam Nuzulul Quran merupakan bentuk pengagungan terhadap ni’mat yang dianugerahkan. Khususnya doa yang dimohonkan pada malam-malam terakhir Ramadan, yang didoakan dengan penuh harap untuk mendapatkan ampunan, rahmat, dan keberkahan dari Allah SWT.

  • Sedekah: Memberikan sedekah pada malam Nuzulul Quran sangat dianjurkan karena sedekah mampu membuka pintu keberkahan, terutama dalam meningkatkan kepedulian sosial di bulan yang penuh rahmat ini. Melalui sedekah, umat Islam dapat berbagi kebahagiaan dengan mereka yang membutuhkan.

Amalan-amalan tersebut tidak hanya meningkatkan keimanan dan ketakwaan tetapi juga menjadi wujud syukur atas turunnya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi seluruh umat manusia. Pada malam Nuzulul Quran, upayakan untuk mengisinya dengan kegiatan yang bermanfaat dan murni dilaksanakan karena Allah SWT agar kita mendapatkan limpahan keberkahan dan hikmah dari peristiwa penting ini dalam Islam.

Baca Juga : Raih Ampunan dan Berkat di Malam Nisfu Syaban 2024

Memahami Perbedaan Antara Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar

Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar sering terdengar bersamaan ketika kita berbicara mengenai malam-malam penting dalam Islam, khususnya di bulan Ramadan. Terdapat perbedaan esensial antara kedua peristiwa ini yang perlu dipahami oleh umat Islam untuk menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk dan penuh makna.

  • Nuzulul Quran adalah peristiwa penurunan wahyu Al-Qur’an yang pertama kali kepada Nabi Muhammad SAW yang terjadi pada malam ke-17 di bulan Ramadan. Pada malam ini, diakui sebagai awal dari proses penurunan Al-Qur’an secara bertahap ke dunia. Umat Islam memperingati malam ini sebagai bentuk apresiasi atas dimulainya pemberian petunjuk bagi kemanusiaan melalui kitab suci Al-Qur’an.

  • Lailatul Qadar, di sisi lain, adalah malam yang di dalam Al-Qur’an disebut lebih baik dari seribu bulan. Meskipun banyak yang mengaitkan Lailatul Qadar dengan penurunan Al-Qur’an, namun ini adalah malam ketika Al-Qur’an diturunkan secara keseluruhan dari Lauhul Mahfudz ke langit dunia sebelum kemudian diturunkan secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad SAW. Tidak ada tanggal pasti untuk Lailatul Qadar, namun umat Islam secara luas memandang sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan sebagai waktu paling berpotensi untuk malam ini terjadi.

Perbedaan utama antara keduanya dapat diringkas sebagai berikut:

  • Waktu Peristiwa: Nuzulul Quran diperingati setiap tahun pada tanggal 17 Ramadan. Lailatul Qadar terjadi pada satu atau beberapa malam di sepuluh hari terakhir Ramadan, lebih sering dicari di malam-malam ganjil.

  • Signifikansi: Nuzulul Quran merayakan dimulainya wahyu. Lailatul Qadar merayakan turunnya Al-Qur’an secara keseluruhan sebagai petunjuk bagi umat manusia, yang juga merupakan malam ditentukannya takdir.

  • Ibadah: Di malam Nuzulul Quran, umat Islam dianjurkan untuk bertadarus, menghidupkan malam dengan ibadah dan doa. Lailatul Qadar diisi dengan lebih banyak ibadah, termasuk salat tarawih, zikir, doa, dan permohonan ampunan dengan harapan mendapatkan keutamaan yang lebih besar.

Melalui pemahaman ini, diharapkan setiap muslim bisa menghargai kedua malam tersebut dengan intensitas ibadah yang sesuai. Pengetahuan tentang kapan tepatnya Nuzulul Quran pada tahun 2024, yang diprediksi jatuh pada Rabu malam, 27 Maret 2024, menjadi informasi penting untuk mempersiapkan diri dalam mengisi malam dengan amalan khusus serta mendoakan kebaikan bagi diri sendiri dan umat Islam di seluruh dunia.

Artikel sebelumya#DamaiPascaPemilu Suarakan Kedamaian Pasca Pemilu 2024
Artikel berikutnyaPilihan Rute Mudik Lebaran 2024 Lewat Mudik2024LancarPilihan Rute Mudik Lebaran 2024 Lewat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here